abt kallen p.1

By: Anonymous1/1/202257 views Public Note
Namanya Kallen. dia temanku. yah, teman virtual lebih tepatnya. teman ku di roleplay. dia sangat pandai dalam bahasa Inggris. entah sangat pandai, atau aku saja yang bodoh. akhir akhir ini dia berbeda. berbeda dari awal kita berteman. dia sedikit.. ah aku tidak bisa menjelaskannya. waktu itu tiba tiba saja dia memanggilku dan bilang bahwa dia rindu padaku. aneh. kita tidak mengobrol hanya 1 hari. ya, mulai saat itu dia berubah. dia tiba tiba saja sedikit lucu. ah tidak sedikit bagiku. aku-aku tidak ingin menyukainya. dia tampak seperti teman lamaku. uh entahlah kita teman atau bukan intinya dia sama seperti gabriel. Gabriel. dulu, dia tiba tiba saja memanggilku lalu bilang bahwa dia rindu. sama persis seperti Kallen :) dia tiba tiba bilang bahwa dia suka padaku. karena dia sangat baik dan kata kata nya yang manis aku tidak bisa menutup hati untuk seorang gabriel. aku menyukainya-dia menyukaiku. tapi aku bingung. dia sama sekali tidak mengajakku untuk menjalin hubungan yang indah. aneh. aku digantung. dia tidak bisa memberiku sebuah kepastian yang nyata. waktu itu aku sangat ingin sebuah kepastian namun dirinya saja tidak dapat ku lihat secara nyata. perlahan, hubungan pertemanan kami-yang saling suka itu mulai merenggang. dia lama sekali membalas pesan dariku. disitu aku mulai menanggapnya dia bosan kepadaku. dari awal memang salahku membuka pintu hati untuknya. ya, aku selalu tidak pandai memilih. selanjutnya, aku membuat akun baru tanpa mengabari gabriel karena yah kita sudah putus kontak. Aku bertemu Kallen. awalnya, aku kira dia sosok yang berbeda. sosok yang luar biasa. tapi mengapa semakin kesini sifatnya semakin mirip dengan Gabriel. aku tidak suka. aku takut. aku berharap dia berbeda. aku pernah mengatakan bahwa aku sudah biasa sakit hati. tapi, entahlah. ku mohon jangan Kallen yang menyakitiku. jangan menyakiti dengan cara yang sama seperti Gabriel. aku takut. ku mohon. berusaha menutup pintu rapat rapat untuk Kallen sungguh tidak ada gunanya. yang ada, pintu itu malah semakin lebar terbuka. baiklah. biar kita jalani dulu. tapi aku akan berharap banyak padanya. ya, walaupun aku tau nanti akan sakit hati. ah. aku tidak siap. aku takut. tapi harus bagaimana..

Want to create your own notes?

Join thousands of users writing securely on ProNotepad.